Tags

Pengetahuan singkat tentang”Tekanan Darah Rendah”

Apakah Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi itu? Tekanan darah rendah atau Hipotensi adalah keadaan tekanan darah yang lebih rendah dari tekanan yang diperlukan oleh tubuh, sehingga suplai darah keseluruh bagian tubuh tidak maksimal. Artinya setiap organ dari badan tidak mendapat aliran darah yang cukup dan menyebabkan gejala hipotensi, yaitu tekanan darah turun dibawah angka normal, misalnya 80/60 mmHg. Tekanan darah normal seseorang umumnya adalah 120/80 mmHG.

Bagaimana Gejalanya ? Gejala klinis seperti merasa cepat lelah, tak bertenaga dan gemetar, bahkan mengalami pingsan yang berulang, sering pusing, sering menguap, tutur kata yang kabur, penglihatan berkunang-kunang terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, wajah pucat, keringat dingin, mual, perasaan tak nyaman di perut, sensasi tercekik, bahu kaku, cepat haus, sukar berkonsentrasi, pernafasan cepat dan pendek, kehilangan keseimbangan badan, keringat dingin, haid tidak teratur pada wanita, jantung berdebar-debar, mudah kaget, tidak bersemangat, dll.

Berbahayakah tekanan darah itu ?

  • Jika tekanan darah terlalu rendah, selain menyebabkan pusing dan pingsan, juga dapat menyebabkan otak dan organ-organ tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi penting lainnya, sehingga tubuh menjadi syock dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian.
  • Tekanan darah yang terlalu rendah bisa juga merupakan indikasi adanya kerusakan jantung, endokrin, maupun saraf..
  • Namun menurut penelitian, merupakan suatu keuntungan jika Anda memiliki tekanan darah rendah (bukan terlalu rendah lho..) karena pemilik tekanan darah rendah memiliki harapan hidup lebih tinggi daripada orang-orang yang tekanan darahnya tinggi. Tekanan darah rendah dapat dikatakan tidak perlu diobati, jika tidak mengganggu. Dokter hanya akan memberikan obat peningkat tekanan darah jika gejala tekanan darah rendah sudah sangat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Apakah penyebabnya ?

  • Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung tiap menitnya, semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan atau penyakit jantung akan mengakibatkan irama jantung yang abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung, maka akan berdampak pada berkurangnya pemompaan darah keseluruh organ tubuh.

  • Volume (jumlah) darah berkurang. Mungkin disebabkan adanya perdarahan yang hebat (luka sobek, haid berlebihan), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil berlebihan, orang yang kurang makan, berbaring terlalu lama, mengalami gangguan saraf otonom (seperti penderita diabetes), atau gangguan hormon dll.
  • Pelebaran pembuluh darah karena infeksi yang meluas. Misal : adanya infeksi tenggorokan yang kemudian menjalar ke paru-paru serta organ tubuh lainnya, atau dampak dari syock septik, pemaparan oleh panas, dan obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE), dll.

Apakah pengobatan tekanan darah rendah adalah sate kambing ? Mengkomsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi sebenarnya belum jelas, apakah dapat meningkatkan tekanan darah atau tidak. Yang jelas, dengan mengkonsumsi sate kambing dapat meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah, itu kemungkinan benar.

Makanan apa saja yang dianjurkan bagi penderita hipotensi ? Makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita tekanan darah rendah : kopi, bayam, daun singkong, cabe, coklat , lada, jahe merah, susu, mentega, keju, kangkung, hati ayam kampung / sapi / kambing, anggur, delima putih, bit. Yang jelas, makanan 4 sehat 5 sempurna

Makanan apa yang harus dihindari ? Makanan yang asam, makanan yang pahit-pahit, ketimun, alkohol, dll..

Apakah Kurang Darah (Anemia) sama dengan Tekanan Darah Rendah ? Jawabnya : Tidak sama. Kurang darah atau anemia bisa diketahui dengan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) darah di laboratorium. Haemoglobin (Hb) rendah berarti kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar yang rendah, yang mengakibatkan penderita bisa pucat (anemia), pusing (karena oxygen yang disuplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah, dsb. Sedangkan tekanan darah diketahui dengan cara mengukur kekuatan denyut nadi. Pada prinsipnya tekanan darah rendah tidak perlu diobati, jika tidak terlalu rendah sekali sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari.

Bagaimana mengatasinya ?

  • Tidur teratur, jaga waktu tidur (normal 8 jam.
  • Tidurlah dengan posisi kepala yang diganjal dengan bantal sehingga kepala terangkat sedikit untuk memerangi efek gravitasi, dan dapat memperbaiki hipotensi ortostatik melalui mekanisme berkurangnya tekanan arteri ginjal yang selanjutnya akan merangsang pelepasan renin dan meningkatkan volume darah
  • Atau letakkan satu kaki di atas bantal dan condongkan tubuh sejauh mungkin untuk mendorong darah mengalir dari kaki ke jantung
  • Hati-hati ketika bangun tidur. Jangan langsung bangkit berdiri dari tempat tidur di pagi hari, bernapaslah dalam-dalam selama beberapa menit dan duduk pelan-pelan sebelum berdiri
  • Mandi dengan air hangat
  • Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam
  • Makan makanan bergizi secara teratur, dan berkalori tinggi seperti : daging, ikan, kacang-kacangan, kedelai, kelapa, gula aren, bubur kacang hijau, perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang mengandung zat Fe (bayam, kangkung, daun singkong, daun katuk, dll)..
  • Agar tekanan darah tidak turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi yang sedikit tetapi sering. Batasi makanan berkabohidrat tinggi seperti kentang, nasi, pasta dan roti
  • Minum air putih 8-10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
  • Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis. Minum obat penambah darah.
  • Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala
  • Minum vitamin. Pemberian obat (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila diperlukan saja, selain itu dokter hanya memberi vitamin (suport/placebo)
  • Hindari stress dan alkohol

Bagaimana Pengobatannya :

  • Medis : Jika benar-benar diperlukan pemberian obat, ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti akrinor, fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin. Mana yang cocok dan berapa dosisnya sebaiknya periksa ke dokter terdekat.

  • Tradisional :

  1. Delima putih. Caranya : 1/2 buah delima putih tumbuk dengan 200cc air masak, saring , kemudian campur dengan kuning telur ayam kampung, dan diminum sebagai jamu.
  2. Kacang tolo. Caranya : Dua genggam kacang tolo dicuci sampai bersih, lalu ditaruh dalam gelas, seduh dengan air panas yang mendidih, diamkan sampai dingin dan disaring. Minumlah airnya dengan dicampur sedikit madu. Diminum pagi dan sore selama satu minggu.

.

%%%%%%%

Dikutip oleh : NS dari berbagai sumber terpercaya, sebagai pengetahuan ibu-ibu anggota Krida Bhakti Wanita Akprind-Yogyakarta, yang tidak sempat browsing ataupun meringkas

Kata-kata bijak hari ini :

- Health is not everything, but without it Everything is Nothing..

- “Orang Sehat” punya banyak keinginan, namun “Orang Sakit” hanya punya satu keinginan, yaitu : Sehat…

Sumber :

http://www.infopenyakit.com/2008/02/penyakit-darah-rendah-hipotensi.html

http://www.mitrakeluarga.com/kemayoran/kesehatan011.html

12 comments to Pengetahuan singkat tentang”Tekanan Darah Rendah”

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>